Proposisi Makro

Klik di sini untuk mendownload artikel di bawah ini

No Proporsisi Mikro(p-n) Proposisi Makro 1(s-n1) Proposisi Makro 2(s-n2)
1 1.       Faga adalah jenis virus yang paling dipahami.2.       Reproduksi virus DNA untai-ganda menggunakan dua mekanisme, yaitu : siklus litik dan siklus lisogenik. 1.       Mekanisme reproduksi virus DNA untai-ganda. (1,2)
2 3.       Siklus litik adalah siklus reproduksi virus yang menyebabkan kematian sel inang.4.       Istilah tersebut mengacu pada tahapan akhir infeksi.5.       Faga menginfeksi sel bakteri yang masih sehat.6.       Siklus litik menghancurkan seluruh koloni bakteri.

7.       Virus virulen bereproduksi dengan siklus litik.

8.       Alasan faga tidak menghancurkan semua bakteri.

9.       Bakteri melakukan pertahanan.

10.   Seleksi alam berpihak kepada mutan bakteri.

11.   Enzim degradatif menghancurkan DNA faga.

12.   Enzim restriksi nuclease, mengenali dan memotong DNA yang dianggap asing.

13.   DNA dan sel-sel bakteri dimodifikasi secara kimiawi.

14.   Seleksi alam berpihak pada bakteri dengan enzim restriksi yang efektif.

15.   Hubungan inang-parasit berada dalam aliran evolusioner.

16.   Penyebab tidak semua bakteri musnah.

17.   Faga membatasi kecenderungan dekstruktif.

18.   Faga lebih memilih hidup bersama dengan sel inang.

 

2.       Istilah siklus litik mengacu pada tahapan akhir infeksi yaitu kematian sel inang. (3,4)3.       Faga dari virus virulen menginfeksi sel bakteri dan berdampak  hancurnya seluruh koloni bakteri. (5,6,7)4.       Tidak semua bakteri musnah karena faga membatasi kecenderungan dekstruktif. (8,9,10,11,12,13,14,15)5.       Tidak semua bakteri musnah karena faga membatasi kecenderungan dekstruktif dengan lebih memilih hidup bersama sel inang. (16,17,18)

 

1.       Reproduksi virus virulen menggunakan siklus litik yang berdampak hancurnya seluruh koloni bakteri. (1,2,3,4)
3 19.   Siklus lisogenik mereplikasi genom virus tanpa menghancurkan inang.20.   Virus temperat adalah virus yang dapat menjalankan kedua cara bereproduksi.
21.   Faga λ memiliki satu serabut ekor yang lebih pendek.

 

6.       Siklus lisogenik terjadi tanpa menghancurkan sel inang. (19)7.       Contoh virus temperat, yaitu faga  λ memiliki satu serabut ekor yang lebih pendek. (20,21) 2.       Contoh virus temperat yaitu faga  λ dapat bereproduksi dengan siklus lisogenik. (5,6)
4 22.   Infeksi sel E. coli oleh λ dimulai ketika faga mengikatkan diri pada permukaan sel.23.   Molekul DNA λ membentuk lingkaran.24.   Gen-gen virus mengubah sel inang.25.   Virus berperilaku berbeda-beda selama siklus lisogenik.

26.   Molekul DNA λ dimasukkan melalui rekombinasi genetik.

27.   Virus ini dikenal sebagai profaga.

28.   Genom faga lebih banyak diam.

29.   Bakteri mereplikasi DNA faga bersama-sama dengan DNA-nya sendiri .

30.   Satu sel bakteri menghasilkan satu populasi besar bakteri yang membawa virus.

31.   Mekanisme ini membuat virus berpropagasi tanpa membunuh sel inang.

 

8.       Faga mengikatkan diri pada permukaan sel dan membentuk lingkaran kemudian gen tersebut mengubah sel inang. (22,23,24)9.       Virus yang  berperilaku berbeda-beda dimulai ketika molekul DNA λ masuk disebut profaga, dimana genom tersebut lebih banyak diam. (25,26,27,28)10.   Bakteri mereplikasi DNAnya bersamaan dengan DNA faga sehingga menghasilkan populasi besar bakteri pembawa virus maka virus berpropagasi tanpa membunuh inang. (29,20,31) 3.       Mekanisme infeksi sel E. coli oleh λ dan cara faga  λ bereproduksi.
5 32.   Istilah lisogenik mengimplikasikan bahwa profaga dapat menghasilkan faga aktif.33.   Hal ini terjadi ketika genom λ keluar dari kromosom bakteri.34.   Genom λ memerintahkan sel inang untuk membuat faga yang utuh.35.   Lingkungan  mengubah virus dari menggunakan cara lisogenik menjadi cara litik.

 

11.   Lisogenik terjadi saat genom  λ keluar dari kromosom bakteri kemudian sel inang membuat faga utuh. (32,33,34)12.   Perubahan cara reproduksi virus disebabkan oleh lingkungan. (35) 4.       Peristiwa lisogenik dan faktor yang mengubah cara reproduksi virus.
6 36.   Gen profaga diekspresikan selama siklus lisogenik.37.   Pengekspresian gen-gen mengubah fenotipe bakteri inang.38.   Bakteri tidak membahayakan manusia seandainya tidak terdapat gen-gen profaga.  13.      Dampak dari pengekspresian gen terhadap  fenotip inang. (36,37,38)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s