Penyisipan dan Penghapusan (Ket. Gambar)

Klik di sini untuk mendownload artikel di bawah ini

No Teks asli Penghapusan Penyisipan Teks dasar
1. GAMBAR  18.4 . Siklus litik dari faga T4. Faga T4 memiliki sekitar 100 gen, yang ditranskripsi  dan distranslasi menggunakan peralatan sel inangnya. Salah satu gen faga pertama yang ditranslasi setelah infeksi mengkode enzim yang memotong DNA sel inang tersebut. DNA faga terlindung karena mengandung bentuk sitosin termodifikasi yang tidak dapat dikenali oleh enzim. Nukleotida yang diselamatkan dari DNA sel ini digunakan untuk membuat salinan genom faga. Keseluruhan silkus litik, mulai dari pertama kali faga kontak dengan permukaan sel sampai ke proses lisis, hanya menghabiskan waktu 20-30 menit pada suhu 370C. Gambar 18.4 . Siklus litik dari faga T4. Faga T4 memiliki sekitar 100 gen, yang ditranskripsi  dan distranslasi menggunakan peralatan sel inangnya. Salah satu gen faga pertama yang ditranslasi setelah infeksi mengkode enzim yang memotong DNA sel inang [tersebut]. DNA faga terlindung karena mengandung bentuk sitosin termodifikasi yang tidak dapat dikenali oleh enzim. Nukleotida yang diselamatkan dari DNA sel [ini] digunakan untuk membuat salinan genom faga. Keseluruhan silkus litik, mulai dari pertama kali faga kontak dengan permukaan sel sampai ke proses lisis, hanya menghabiskan waktu 20-30 menit pada suhu 370C. Gambar 18.4 . Siklus litik dari faga T4. Faga T4 memiliki sekitar 100 gen, yang ditranskripsi  dan distranslasi menggunakan peralatan sel inangnya. Salah satu gen faga pertama yang ditranslasi setelah infeksi mengkode enzim yang memotong DNA sel inang . DNA faga terlindung karena mengandung bentuk sitosin termodifikasi yang tidak dapat dikenali oleh enzim. Nukleotida yang diselamatkan dari DNA sel  digunakan untuk membuat salinan genom faga. Keseluruhan silkus litik, mulai dari pertama kali faga kontak dengan permukaan sel sampai ke proses lisis, hanya menghabiskan waktu 20-30 menit pada suhu 370C. Gambar 18.4 . Siklus litik dari faga T4. Faga T4 memiliki sekitar 100 gen, yang ditranskripsi  dan distranslasi menggunakan peralatan sel inangnya. Salah satu gen faga pertama yang ditranslasi setelah infeksi mengkode enzim yang memotong DNA sel inang . DNA faga terlindung karena mengandung bentuk sitosin termodifikasi yang tidak dapat dikenali oleh enzim. Nukleotida yang diselamatkan dari DNA sel  digunakan untuk membuat salinan genom faga. Keseluruhan silkus litik, mulai dari pertama kali faga kontak dengan permukaan sel sampai ke proses lisis, hanya menghabiskan waktu 20-30 menit pada suhu 370C.

No Teks asli Penghapusan Penyisipan Teks dasar
2. GAMBAR 18.5 . Siklus reproduktif lisogenik dan litik dari faga λ, suatu virus temperat. Setelah masuk ke dalam sel bakteri. DNA λ dapat berintegrasi ke dalam kromosom bakteri (siklus lisogenik) atau segera menginisiasi produksi sejumlah besar faga progeni (siklus litik). Pada sebagian besar kasus, jalur litik akan terjadi, tetapi begitu siklus lisogenik dimulai, profaga dapat dibawa di dalam kromosom sel inang dari generasi ke generasi.  GAMBAR 18.5 . Siklus reproduktif lisogenik dan litik dari faga λ, suatu virus temperat. Setelah masuk ke dalam sel bakteri. DNA λ dapat berintegrasi ke dalam kromosom bakteri (siklus lisogenik) atau [segera] menginisiasi produksi sejumlah besar faga progeni (siklus litik). Pada sebagian besar kasus, jalur litik akan terjadi, tetapi begitu siklus lisogenik dimulai, profaga dapat dibawa di dalam kromosom sel inang dari generasi ke generasi.  GAMBAR 18.5 . Siklus reproduktif lisogenik dan litik dari faga λ, suatu virus temperat. Setelah masuk ke dalam sel bakteri. DNA λ dapat berintegrasi ke dalam kromosom bakteri (siklus lisogenik) atau menginisiasi produksi sejumlah besar faga progeni (siklus litik). Pada sebagian besar kasus, jalur litik akan terjadi, tetapi begitu siklus lisogenik dimulai, profaga dapat dibawa di dalam kromosom sel inang dari generasi ke generasi.  GAMBAR 18.5 . Siklus reproduktif lisogenik dan litik dari faga λ, suatu virus temperat. Setelah masuk ke dalam sel bakteri. DNA λ dapat berintegrasi ke dalam kromosom bakteri (siklus lisogenik) atau menginisiasi produksi sejumlah besar faga progeni (siklus litik). Pada sebagian besar kasus, jalur litik akan terjadi, tetapi begitu siklus lisogenik dimulai, profaga dapat dibawa di dalam kromosom sel inang dari generasi ke generasi.

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: